Senin, 04 Agustus 2014

#Bersih2...

Eaaa... udah lama amat nggak buka blog, dan kelihatannya berdebu banget (#ambil sapu dan kemoceng, langsung bersih-bersih) yah... nggak ada hal lucu, novel, ato apapun yang bisa diposting, cuma mo ngebersihin laba-laba ama debu yang menempel di blog (#lah???) btw, ada yang udah kenal aku? Nama(asli)ku Tri Kurniawati. Tapi biar lebih akrab, panggil Putri ato Angel aja ;D Nggak banyak history tentang aku yang bisa kuceritain, tapi kalo mo kenal lebih akrab lagi, silakan cari di pencarian facebook dengan nama Angelina Farron, ato kalo punya twitter juga, silakan cari dengan nama KisunaAngelia. so... apa yang mo kuposting? Nggak ada deh kayaknya (#dijitak abis-abisan). tapi, yah... namanya juga blogger pemula (sekian lama masih aja di level PEMULA!). jadi mohon maaf kalo masih rada dikit postingannya. hehehehe... ;D oke, mungkin segitu aja. tunggu aja lagi postingan selanjutnya (yang nggak tau kapan lagi bisa nge-post)

Senin, 10 Juni 2013

Cerita bersambung (lagi) : The Guardian of Heart

Hai hai hai... semuanya =D Putri kembali hadir (hormat ala militer) kali ini, putri (panggil aja Putri deh ya...) mo nge-post cerbung. Yah... cerbung yang ini ber-genre fantasi. Putri harap temen-temen pada suka. TAPI.... kalo bisa, tolong abis itu di komen yah, biar Putri pada tahu temen-temen pada suka ato nggak =D Oke. Daripada luntang-lantung nggak jelas, mending langsung kita simak. Yoshaa! Ikuzo! Empat Penjuru, adalah sebutan bagi para penjaga yang memiliki kekuatan mengendalikan kekuatan kegelapan yang tersebar di seluruh dunia yang terbagi menjadi empat titik, Utara, Selatan, Timur, Barat. Masing-masing Empat Penjuru memiliki seorang penjaga yang didampingi seorang ksatria dari generasi ke generasi. Bagian Utara dijaga oleh keturunan Earl dan ksatria keturunan Walker, bagian Selatan dijaga oleh Hawkstone dan ksatria keturunan Watson, bagian Barat dijaga oleh keturunan Wilson dan ksatria keturunan Nightray, dan bagian Timur dijaga oleh keturunan Aiba dan ksatria keturunan Manami. Selama lebih dari 700 tahun, keturunan Empat Penjuru menjaga kegelapan tetap berada pada tempatnya. Hingga di tahun 2004, sebuah kudeta dimulai oleh Empat Penjuru bagian Utara yang dijaga oleh keturunan Earl. Kudeta tersebut mengakibatkan keseimbangan Empat Penjuru menjadi goyah dan menyebabkan makhluk-makhluk kembali berkeliaran di bumi. Ketiga keturunan yang menjaga bagian Barat, Timur, dan Selatan mencoba menghentikan keturunan Earl dengan melalui jalan damai sampai berperang. Namun, keturunan Earl ternyata menjalin kerja sama bersama makhluk-makhluk kegelapan bernama FEATHER yang sejak dulu sangat mengincar Empat Penjuru dan berniat menguasai dunia dengan kekuatan kegelapan. FEATHER membuat pasukan tentara yang tak terhitung jumlahnya untuk menaklukkan ketiga Empat Penjuru lainnya. Peperangan terus berlanjut hingga masa sekarang. Ada banyak rahasia dari para penjaga Empat Penjuru beserta ksatrianya yang tidak diketahui oleh mereka sendiri. Salah satunya adalah keturunan Aiba yang bernama Aiba Haruna. Seorang gadis muda yang rela mempertaruhkan nyawanya untuk melindungi Empat Penjuru bagian Timur. Ia menghadapi keturunan Earl yang meneruskan kudetanya dan tewas dalam pertempuran. Akan tetapi, tanpa diketahui orang lain, ia ternyata mempunyai kemampuan membagi setengah jiwanya pada benda yang berada di dekatnya. Ia menaruh sebagian jiwanya ke dalam sebuah kalung untuk anak perempuannya yang sekarang tengah berada dalam perlindungan keluarga ksatrianya sebelum tewas. Kematian Aiba Haruna mengakibatkan perang semakin menjadi-jadi. Satu-satunya cara untuk menghentikan keturunan Earl adalah mengurung mereka di dalam penjara Dark Castle yang menekan segala kekuatan gelap yang dimiliki oleh keturunan Earl. Empat Penjuru yang masih tersisa berhasil mengurung keturunan Earl dan menyerahkan kunci untuk membuka penjara keturunan Earl pada keturunan mereka berikutnya, termasuk keturunan Aiba. Untuk beberapa lama, keadaan kembali stabil dan tidak timbul peperangan. Namun, beberapa tahun kemudian, FEATHER, kembali muncul dan mencoba membangkitkan kekuatan keturunan Earl dan kembali berniat menguasai dunia. Peperangan kembali terjadi, akan tetapi, kekuatan yang bisa menghancurkan kekuatan FEATHER dan keturunan Earl adalah keturunan Aiba. Saudara kembar Aiba Haruna, Aiba Yukina, yang menjadi Kepala Mansion yang baru ditugaskan untuk mencari anak perempuan Aiba Haruna yang entah berada dimana. Ksatria keturunan Manami juga menghilang bagai ditelan bumi setelah Aiba Haruna meninggal. Sementara Aiba Yukina mencari anak perempuan saudaranya, peperangan semakin memanas. Puncaknya saat keturunan Earl akhirnya berhasil kabur dari Dark Castle dan kembali ke Empat Penjuru bagian Utara. Keadaanpun semakin tak terkendali karena FEATHER membuat langit gelap sampai sekarang. Jika keturunan Aiba Haruna tidak ditemukan, mungkin tidak akan ada lagi sinar matahari dan kedamaian di muka bumi…   PROLOG Salam kenal. Namaku Manami Rizuki. Aku seorang gadis remaja SMA kelas dua berusia 16 tahun. Kalau kalian ingin mendeskripsikan aku seperti apa, bayangkan saja seorang gadis dengan wajah berbentuk hati yang mungil, bola mata berwarna abu-abu yang dihias bulu mata yang lentik, rambut hitam lurus panjang, dan juga tubuh setinggi 168 senti. Oh ya, jangan lupa, kulitku berwarna putih kekuning-kuningan. Apa menurut kalian aku ini cantik? Terima kasih sudah memujiku. Tapi, bila kalian memujiku lagi, aku bersumpah aku akan menyodok perut kalian dengan lutuku karena kesal. Jujur saja, aku tidak suka dibilang cantik. Aku lebih suka dipanggil biasa. Ada alasan kenapa aku tidak mau dibilang cantik. Aku merasa menjadi seperti… yah… terlalu istimewa. Tapi, untungnya hal itu tidak pernah terjadi padaku. Karena walau kalian bilang aku ini cantik, coba saja tatap wajahku. Mungkin kau akan langsung lari terbirit-birit. Karena pandangan mataku terlalu tajam untuk anak seusiaku. Seperti seorang pembunuh berdarah dingin. Serius. Pandangan mataku memang seperti seorang pembunuh bayaran sehingga banyak teman-temanku yang ketakutan berhadapan denganku. Gara-gara tatapan super dingin-ku ini, aku nyaris tidak punya teman di sekolah. Hal yang bagus sebenarnya, karena aku juga berusaha menyembunyikan kemampuan aneh-ku, kalau tidak mau disebut khusus. Kalian ingin tahu? Kemampuan khusus-ku yang pertama adalah telekinesis. Itu lho… seperti John Smith di I am Number Four. Mungkin kemampuan ini lebih cocok untuk cowok, tapi sayangnya, kemampuan ini juga ada padaku. Aku bisa mengangkat benda tanpa menyentuhnya (tentu saja), dan bisa mengangkat sebuah mobil truk seberat 100 kilogram hanya dengan satu tangan. Asal kalian tahu, saat aku mengangkat mobil itu, aku merasa seperti mengangkat mobil mainan kardus. Kemampuan khusus-ku yang kedua adalah melihat dan membaca isi hati orang lain. Kemampuan ini aku dapatkan saat aku berusia 9 tahun. Aku tidak sengaja membaca isi hati teman sekelasku yang ingin mengerjai guru matematika kami. Gara-gara itu, aku mendapat masalah selama seminggu karena digencet oleh teman sekelasku itu sebelum dia pindah ke luar negeri. Dengan kemampuan ini, biasanya aku membaca isi hati teman-temanku apa yang mereka inginkan. Dan kadang, aku tertawa geli membaca isi hati mereka. Ada salah seorang temanku, dia cowok, tapi ternyata di dalam hatinya dia suka benda-benda imut! Oke, itu tidak perlu dibahas. Dan kemampuan khusus-ku yang ketiga dan yang paling kutakuti adalah… aku bisa melihat masa depan. Jangan kalian kira aku bercanda. Aku serius. Aku pernah tidak sengaja melihat visi masa depan saat aku sedang belajar di kelas dan membuat seisi kelas kaget karena aku berteriak (menjerit, sebenarnya) sangat keras dan pingsan di tempat. Aku tidak mau mengatakan apa yang kulihat saat itu, yang jelas visi itu sangat mengerikan dan membuatku berusaha bunuh diri. Selain aku, hanya ibu, kakak, dan adikku yang tahu tentang kemampuanku ini. Ibuku juga menyuruhku untuk menjaga kemampuanku tidak diketahui oleh siapapun. Apalagi sejak aku tidak sengaja memecahkan pot bunga kesayangannya gara-gara kemampuan telekinesis-ku. Aku sempat dihukum tidak mendapat cemilan selama lima hari dan aku kapok menggunakan kemampuanku di sembarang tempat. Tapi, selain kemampuan khusus-ku, tidak ada yang istimewa dalam hidupku. Kecuali kematian ayahku dianggap sebagai hal yang istimewa. Sayangnya aku tidak menganggapnya istimewa karena itu adalah kenangan paling memilukan dalam hidupku. Ayahku adalah orang yang hebat. Dia adalah seorang pilot yang sering berkeliling dunia dan selalu membawakan oleh-oleh untukku, kakakku, dan adikku. Beliau juga melatihku dan kakakku cara menggunakan senjata tajam dan senjata api. Jangan mengatainya tidak bertanggung jawab karena mengajari anak-anaknya memakai senjata. Sejujurnya, itu adalah keinginan kami sendiri. Beliau juga bilang kalau kami bisa menggunakan senjata, itu akan membuat kami lebih kuat untuk melindungi sesuatu yang berharga bagi kami. Kami menggunakan basement di bawah tanah sebagai tempat latihan. Selama beliau hidup, aku sudah menguasai ilmu pedang, menggunakan berbagai jenis senjata api, dan bela diri setara sabuk hitam aliran bela diri manapun. Karena aku belajar bela diri sejak kecil, aku terbiasa dengan didikan keras ayahku yang mengharuskanku bisa membantingnya walau ukuran tubuhnya lebih besar daripada aku (dan biasanya, ayahku mengiming-imingiku dengan membelikanku es krim coklat atau buku cerita kesukaanku). Namun, setelah beliau meninggal saat aku berusia 12 tahun, aku kehilangan semangat untuk berlatih dan sempat mengurung diri di kamar karena tidak sanggup datang ke pemakamannya. Ibuku, kakakku, dan adikku terus membujukku untuk keluar dari kamar, tapi aku menolak. Akhirnya, mereka pergi tanpa diriku, tentu saja. Aku hanya duduk memeluk kakiku sambil memandang kalung bulan sabit berwarna ungu di hadapanku. Hadiah terakhir dari ayahku. Dalam keremangan kamarku, aku bisa melihat kalung itu memendarkan cahaya yang cantik. Membuatku teringat perkataan ayahku saat dia memberikan kalung itu padaku ketika aku berusia 10 tahun. “Jaga kalung ini baik-baik… ini akan menjadi jimat keberuntunganmu suatu hari nanti.” Kata ayahku saat itu. “Benarkah? Apakah kalung ini punya kekuatan ajaib?” Ayahku tertawa dan menepuk-nepuk kepalaku, “Yang pasti, jaga kalung ini, jangan sampai hilang ataupun rusak. Mulai sekarang, ini akan menjadi jimat keberuntunganmu. Oke?” “Baik, Yah!” Setelah kematian beliau, aku sering ke basement tanpa melakukan apa-apa. Aku hanya duduk di sofa beludru merah sambil menimang-nimang kalung bulan sabit itu selama beberapa jam. Tidak ada yang kulakukan kecuali menangis dan mengutuki peristiwa yang membuat ayahku meninggal. Kakakku, yang mendengar tangisanku di basement, langsung memelukku dan menenangkan diriku. Untungnya, aku bukan anak cengeng yang menangis berjam-jam. Kalau aku menangis lebih dari 5 menit, mungkin kakakku itu akan membawaku ke rumah sakit jiwa karena mengira aku stress berat. Setelah insiden menangisku, ibuku dengan semangat menyuruhku dan kakakku kembali berlatih walau tanpa bimbingan ayah. Menurut ibuku, tidak ada yang bisa menghentikan latihan kami seperti kematian ayah yang mendadak. Ibuku juga menyuruhku untuk lebih memperhatikan penampilanku karena sejak kematian ayah, aku tidak pernah menyisir rambutku dengan benar dan memakai bedak asal-asalan. Permintaan yang berat sebenarnya, tapi untungnya aku berhasil melewatinya dan kembali berlatih. Ibuku senang sekali melihat perubahan diriku yang mulai terlihat. Sekarang, aku sudah mulai bisa menatap ke depan dan bisa menerima kematian ayahku. Kembali berlatih dan belajar serius di sekolah. Aku mulai merasa hidupku kembali normal. Tapi, hari itu, hidupku yang normal menjadi mimpi buruk saat aku tahu kalau hari itu menjadi awal takdirku dimulai. BERSAMBUNG....

Kamis, 02 Agustus 2012

huhuhuhu... maaf nggak bisa ngelanjutin novel yang ada disini... T^T tapi kalian bisa lihat di grup Lunar yang ada di facebook =D

Promosikan grup penggemar Luna Tortashyngu =D

ini posting untuk grup di FB ang ikuti. yang paling aku suka =D Lunar-Luna Torashyngu Fans Club! Ini adalah grup penggemar penulis Luna Torashyngu, siapa pun boleh share, berbagi info, dan foto tentang Luna Torashyngu . SARA, SPAM, dan MENJELEK-JELEKKAN PENULIS LAIN adalah HARAM! Dilarang memberi link download file dari buku2 yang masih diterbitkan dan dijual di Toko buku (Termasuk buku Luna Torashyngu) disini, karena itu termasuk Pembajakan hak cipta! Penggemar yang baik adalah penggemar yang selalu mendukung penulis favoritnya, salah satunya dengan membeli dan membaca hasil karyanya yang Asli... Terbentuk tanggal: 14 April 2009 Founder and Leader: Alifia Seftin Oktriwina Vice Leader: Kartika Arista Admins: Anindita Ayu, Nuel Chenuel, Nene Jeyek Administration Section: Tata Lim Public Relation Section: Eufrasia Joan Fay Creativity Section: Dini Afrianti Efendi WELCOME TO LUNAR HOUSE OF JOY AND LAUGH bagi yang suka luna torashyngu, gabung di grup ini ya! =D #bagi yang suka saja. ini link-nya http://www.facebook.com/groups/lunar.indonesia/ dan juga harus isi data disana ^^ http://www.facebook.com/groups/lunar.indonesia/doc/10150695891070743/

Selasa, 24 Mei 2011

nah... kita lanjutkan dengan yang lain....

KRIIIIING!!!!
“Riska? Kamu udah bangun, nak?” panggil seorang wanita paruh baya didepan sebuah pintu kamar bercat biru yang berhiaskan gambar-gambar tokoh kartun anime Jepang seperti Inuyasha, Naruto, dan yang lain. Tidak mendapat jawaban dari dalam kamar, si ibu langsung memutar kenop pintu dan membukanya. Dilihatnya kasur di samping meja belajar yang tertata apik. Dan diatas meja tersebut, jam weker bergambar buah stroberi bergetar dan bersuara sangat nyaring. Tapi si pemilik kamar yang masih tergolek nyaman di kasur dan berselimutkan selimut putih tebal masih terpejam matanya.
“Ya ampun… ini anak kok belum bangun sih???” desah si ibu. Didekatinya kasur didekat meja tersebut dan disibaknya selimut yang membungkus tubuh si pemilik kamar.
Seraut wajah imut milik seorang cewek terlihat kaget karena selimutnya tiba-tiba ditarik. Matanya yang sipit dan berwarna coklat terbelalak kaget. Dia langsung terduduk kaget gara-gara tadi.
“Mama…??” ujar cewek itu sambil mengucek matanya, “Mama ngapain di kamar Riska?”
“Ngapain? Ngapain katamu? Kamu mau sekolah nggak, sih? Udah jam berapa nih…” kata mamanya sambil berkacak pinggang.
Mendengar ucapan mamanya, Riska melihat jam weker di meja belajarnya, “Haahhh?? Udah jam segini??” teriaknya. Riska menoleh kearah mamanya, “Mama kenapa nggak bangunin Riska dari tadi?”
“Kamu sih… dibilangin tadi malem jangan tidur terlalu larut… tadi udah mama ketok-ketok pintunya. Kamunya masih molor.” kata mamanya membela diri, “Udah! Cepetan kamu mandi, terus sarapan! Ayo cepetan!!! Nanti telat, loh…”
“Iya ma… bentar lagi Riska udah siap.” kata Riska.
Mamanya lalu keluar dari kamar. Tapi Riska masih duduk dikasurnya. Dia masih memikirkan mimpi yang belakangan ini sering mampir ke kepalanya. Riska mencoba mengingat-ingat mimpinya. Namun semakin dia berusaha, kepalanya malah pusing.
Akhirnya, Riska mengabaikan mimpinya dan menganggapnya hanya bunga tidur belaka. Riska langsung melompat dari kasurnya dan mengambil handuk. Dan hampir aja dia nyium tembok saking buru-burunya.

Senin, 23 Mei 2011

ini bagian pertama novelku... silahkan dilihat terlebih dahulu

ini bagian pertama novelku... silahkan dilihat terlebih dahulu

Di sebuah taman yang indah. Hanya ada hamparan bunga-bunga yang bermekaran dengan indahnya. Langit sangat cerah dan yang terlihat selain bunga-bunga itu adalah sebuah bangku panjang di bawah sebuah pohon. Tidak ada siapa-siapa disana.
Seorang cewek berada di tengah-tengah hamparan bunga tersebut. Rambutnya yang panjang berkibar diterpa angin yang sepoi. Matanya tak bisa lepas dari pemandangan di sekitarnya yang sangat menawan. Dia terkagum-kagum dengan semua yang dilihatnya. Namun, ia bingung, mengapa dia ada di tempat seperti ini?
Apakah aku sudah mati? tanya cewek itu dalam hatinya. Sementara matanya terus melahap pemandangan disekitarnya sampai seorang anak perempuan kecil menghampirinya.
“Kakak,”
Cewek itu menoleh kearah anak kecil itu. Wajah anak itu tampak sangat ceria namun seperti dipaksakan. Memakai baju putih berenda. Rambutnya diberi bando seperti mahkota. Sangat cantik.
“Kakak kenapa ada disini?” tanya anak kecil tersebut, “Apa kakak mau tinggal disini?”
Cewek itu mengerutkan kening, “Maksud kamu?”
“Riska!!!”
Sebuah suara mengalihkan perhatian cewek itu. Ada yang memanggil namanya. Cewek bernama Riska itu menoleh ke belakang. Benar. Ada yang memanggil namanya.
Sesosok tubuh yang memanggilnya tadi berlari menghampirinya. Riska terdiam di tempatnya. Anak kecil yang tadi ada di dekatnya tahu-tahu saja menghilang saat Riska melihat ke sebelahnya.
“Kemana anak kecil tadi?” gumamnya.
Makin lama sosok tubuh itu makin mendekati Riska. Dia menaungi matanya dengan sebelah tangan dan menyipitkan mata.
“Siapa itu?”
“Riska!!!”
Suara itu seperti dikenal oleh Riska. Riska sangat mengenalnya. Tapi siapa?
“Riska!!!”, suara itu memanggil lagi.
Riska tidak bisa melihat siapa yang memanggilnya karena sinar matahari yang terlalu terang. Bahkan tubuhnya seperti teguncang. Atau mungkin tempatnya berdiri sekarang yang bergetar?

Minggu, 22 Mei 2011

aku membuat novel....

hai... aku membuat novel... ini pertama kalinya aku membuatnya... jadi tolong saran dan kritik terhadap novel pertamaku ini ya...
N.B: masih belum ku posting... bentaran dulu...